Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

MAKNA UPACARA NYAMBLEH DI BALI

UPACARA NYAMBLEH Penyamblehan serangkaian Upacara Nangluk Merana Desa Pakraman Padangsambian (sumber : google) Perkembangan agama Hindu Bali merupakan suatu akulturasi dari masuknya agama-agama besar di Indonesia. Sejarah menunjukkan bahwa agama Hindu perkembangannya berawal dari India, lanjut Jawa dan yang paling teguh untuk tetap pada agama nenek moyang adalah penganut agama Hindu di Bali. Pengalaman agama Hindu di Bali terhadap ajaran agamanya, dengan jelas nampak dalam pelaksanaanya. Upacara merupakan salah satu kerangka agama Hindu dengan penggunaan banten (sesajen) yang bervariasi sesuai dengan tujuan upacara maupun variasi berdasarkan desa kala patra. Upacara dilaksanakan bertujuan untuk mendekatkan diri dengan Tuhannya (Ida Sang Hvang Widhi Wasa). Proses akulturasi nampak di Bali antar adat-istiadat termasuk kearifan lokal, Hinduisme sudah menyatu : seperti contoh upacara pashu yandnya di India/korban suci menggunakan binatang, terutama darahnya. Hal tersebut juga dinyatakan da...

FILOSOFI DALAM BANTEN PEJATI

 FILOSOFI BANTEN PEJATI Banten Pejati (sumber : google) Pejati berasal bahasa Bali, dari kata “jati” mendapat awalan “pa”. Jati berarti sungguh-sungguh, benar-benar . Banten pejati adalah sekelompok banten yang dipakai sarana untuk menyatakan rasa kesungguhan hati kehadapan Hyang Widhi dan manifestasiNya, akan melaksanakan suatu upacara dan mohon dipersaksikan, dengan tujuan agar mendapatkan keselamatan. Banten pejati merupakan banten pokok yang senantiasa dipergunakan dalam Pañca Yajña. Adapun unsur-unsur banten pejati, yaitu: 1. Daksina Unsur-unsur yang membentuk daksina: Bahan - bahan Daksina (sumber : google) –  Alas bedogan/srembeng/wakul/katung :  terbuat dari janur/slepan yang bentuknya bulat dan sedikit panjang serta ada batas pinggirnya . Alas Bedogan ini lambang pertiwi unsur yang dapat dilihat dengan jelas. Bedogan/ srembeng/wakul/katung/ srobong daksina :  terbuat dari janur/slepan yang dibuat melingkar dan tinggi, seukuran dengan alas wakul. Bedogan bagi...

SEJARAH PURA PURUSADHA DESA KAPAL

SEJARAH PURA PURUSADHA DESA KAPAL Pura Purusadha Kapal (sumber : google.com) Berdasarkan informasi baik yang dituangkan secara tertulis maupun lisan dari sumber-sumber yang tersedia maupun informasi yang dapat dipercaya memberikan fakta tentang berdirinya Pura Puru Sada maka berikut ini dicandrakan sejarah pendirian pura ini. Jika berdasarkan Prasasti Pakraman Kapal yang berupa lempengan tembaga (tamra lingga, yang dibuat atas pemerintah Raja Bali yang bernama Sri Maharaja Jaya Sakti (1133-1150). Yang di dalamnya tentang “Nama Pura Purusadha singkatan dari Pura Prasadha yang dipugar selama zaman keemasan Majapahit. Pura Purusadha ini dipersembahkan kepada Siwa Guru dengan Bhtara Sakti Jayanggrat dan Bhatara Sri (Manik Galih)”. Sedangkan sumber tertulis kedua yang tertuang dalam Kuntara Kanda Purana Bangsul dijelaskan bahwa:      “titanen duk masaning kadeawatan, hana Penagareng Purusadha ng. Ing Kana Kraton nire Sri Maha Raja Sek Sukaranti, kang Maharaja Ika wit sakeng wa...