Langsung ke konten utama

Postingan

MAKNA DARI OGOH - OGOH

  Ilustrasi Ogoh - Ogoh (sumber : google) Pengertian Ogoh-Ogoh Dan Fungsinya. Ogoh-ogoh itu sendiri diambil dari sebutan ogah – ogah dari bahasa Bali yang artinya sesuatu yang digoyang-goyangkan. Pada tahun 1983 merupakan bagian penting dalam sejarah ogoh-ogoh di Bali, pada tahun itu mulai dibuat wujud-wujud bhuta kala berkenaan dengan ritual Nyepi di Bali. Ketika itu ada keputusan presiden yang menyatakan Nyepi sebagai hari libur nasional. Semenjak itu masyarakat mulai membuat perwujudan onggokan yang kemudian disebut ogoh-ogoh, di beberapa tempat di Denpasar. Budaya baru ini semakin menyebar ketika ogoh-ogoh diikutkan dalam Pesta Kesenian Bali ke XII. Buat orang awam ogoh-ogoh adalah boneka raksasa yang diarak keliling desa pada saat menjelang malam sebelum hari raya nyepi (ngerupukan) yang diiringi dengan gamelan bali yang disebut Bleganjur, kemudian untuk dibakar. Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hi...
Postingan terbaru

SIAPAKAH SULINGGIH (PANDITHA) ITU?

Seorang Sulinggih (sumber : google) Sulinggih adalah orang yang telah mendapatkan penyucian melalui upacara yang disebut madiksa. Seorang walaka yang telah didiksa mendapatkan kedudukan sebagai sulinggih atau sadhaka. Sulinggih berasal dari kata Su artinya utama/mulia, linggih berarti kedudukan. Sulinggih artinya mendapat kedudukan yang utama/mulia di masyarakat. Mendapatkan kedudukan tinggi karena beliau telah mencapai kesucian lahir batin dalam tingkatan dwijati. Dwijati artinya lahir dua kali. Lahir pertama adalah dari rahim ibu. Lahir kedua adalah lahir dari weda. Lahir kedua, sebagai manusia suci tanpa cacat/cela. Sebagai seorang dwijati, maka wujud, status, sesana yang lalu (walaka), karma wasana walakanya dianggap tidak ada atau sudah mati. Beliau lahir kembali dalam lembaran hidup baru. Sehingga wujud (penampilan), nama, status, sesana, dan karma wasana yang baru. Sehingga untuk itu dalam diksa pariksa (pemeriksaan calon sulinggih/diksawan) terlebih dahulu dinyatakan tidak ceda...

BOLEHKAH PATUNG GANESHA DITEMPATKAN PADA ALING - ALING PINTU MASUK RUMAH?

Patung Ganesha pada aling - aling pintu masuk rumah (sumber : google) Proses umat hindu di Bali menjalankan kepercayaan, seperti ada hal “baru”. Bahkan seperti menjadi tren, yaitu pemujaan Ganesha, dengan memasang patung ganesha di pintu masuk atau aling – aling rumah. Namun ada semacam kontroversi. Cocokah Ganesha di pintu gerbang? Jero Mangku Janji menyebut hal itu tidak layak. Karena Dewa Ganesha sebagai manifestasi Dewa Siwa. Baginya tempat yang layak adalah di utamaning Mandala (areal utama) dari pekarangan yaitu Merajan. “Karena manifestasi dari Siwa, posisinya di utamaning mandala posisinya di sebelah palinggih anglurah,” jelas Jero Mangku Janji. Mangku Janji memberikan penjelasan pemasangan Ganesha di pintu masuk rumah tidak terlepas dari tren, yang sedang berkembang.  Sehingga budaya pemasangan patung Ganesha di pintu masuk rumah dengan cepat diadopsi oleh masyarakat Bali secara umum. Baginya, pemujaan Ganesha ada ketika menjalankan ritual upacara Rsi Gana. Upacara Rsi Gan...

MAKNA UPACARA NYAMBLEH DI BALI

UPACARA NYAMBLEH Penyamblehan serangkaian Upacara Nangluk Merana Desa Pakraman Padangsambian (sumber : google) Perkembangan agama Hindu Bali merupakan suatu akulturasi dari masuknya agama-agama besar di Indonesia. Sejarah menunjukkan bahwa agama Hindu perkembangannya berawal dari India, lanjut Jawa dan yang paling teguh untuk tetap pada agama nenek moyang adalah penganut agama Hindu di Bali. Pengalaman agama Hindu di Bali terhadap ajaran agamanya, dengan jelas nampak dalam pelaksanaanya. Upacara merupakan salah satu kerangka agama Hindu dengan penggunaan banten (sesajen) yang bervariasi sesuai dengan tujuan upacara maupun variasi berdasarkan desa kala patra. Upacara dilaksanakan bertujuan untuk mendekatkan diri dengan Tuhannya (Ida Sang Hvang Widhi Wasa). Proses akulturasi nampak di Bali antar adat-istiadat termasuk kearifan lokal, Hinduisme sudah menyatu : seperti contoh upacara pashu yandnya di India/korban suci menggunakan binatang, terutama darahnya. Hal tersebut juga dinyatakan da...

FILOSOFI DALAM BANTEN PEJATI

 FILOSOFI BANTEN PEJATI Banten Pejati (sumber : google) Pejati berasal bahasa Bali, dari kata “jati” mendapat awalan “pa”. Jati berarti sungguh-sungguh, benar-benar . Banten pejati adalah sekelompok banten yang dipakai sarana untuk menyatakan rasa kesungguhan hati kehadapan Hyang Widhi dan manifestasiNya, akan melaksanakan suatu upacara dan mohon dipersaksikan, dengan tujuan agar mendapatkan keselamatan. Banten pejati merupakan banten pokok yang senantiasa dipergunakan dalam Pañca Yajña. Adapun unsur-unsur banten pejati, yaitu: 1. Daksina Unsur-unsur yang membentuk daksina: Bahan - bahan Daksina (sumber : google) –  Alas bedogan/srembeng/wakul/katung :  terbuat dari janur/slepan yang bentuknya bulat dan sedikit panjang serta ada batas pinggirnya . Alas Bedogan ini lambang pertiwi unsur yang dapat dilihat dengan jelas. Bedogan/ srembeng/wakul/katung/ srobong daksina :  terbuat dari janur/slepan yang dibuat melingkar dan tinggi, seukuran dengan alas wakul. Bedogan bagi...